Internal Assembly

Pada saat usia antara 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (Golden Age).

Belajar adalah Bermain …

Fokuskan hanya untuk anak ..S..E..N..A..N..G..

Bukan fokus pada anak belajar atau harus paham

KB-TK Islam Al Azkar

Pendidikan seni  untuk anak-anak berbeda dengan seni untuk orang dewasa karena karakter fisik maupun mentalnya berbeda. Hal ini penting diperhatikan khususnya dalam melakukan penilaian karya anak didik, supaya hasil kreasi anak tidak diukur menurut selera dan kriteria keindahan orang dewasa. Fungsi seni dalam pendidikan berbeda dengan fungsi seni dalam kerja profesional. Seni untuk pendidikan difungsikan sebagai media untuk memenuhi fungsi perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Sedang seni dalam kerja profesional difungsikan untuk meningkatkan kemampuan bidang keahliannya secara professional.

 

Dalam kegiatan INTERNAL ASSEMBLY, kemampuan dasar fisik anak-anak dapat dikenali dari kemampuannya melakukan gerakan keseimbangan, lokomotor, kecepatan, perubahan, ekspresi, teknik, mengendalikan tubuh, gerak yang energik dan koordinasi anggota tubuh. Kemampuan dasar estetik anak-anak terlihat dari kemampuannya mengungkapkan keindahan tari baik dalam kegiatan penciptaan tari maupun dalam kegiatan menari. Kemampuan dasar kreatif anak-anak dapat dikenali dari kemampuannya membuat gerak-gerak yang unik, berbeda dengan teman-temannya, bahkan kemampuannya membuat gerak baru, serta kecepatannya menyesuaikan diri dengan teman-temannya, apabila melakukan kesalahan pada waktu menari. Tujuan Internal Assembly KB-TK Islam Al Azkar diantaranya adalah:
– Melatih fisik motorik anak.
– Melatih perkembangan kognitif, afektif.
– Melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi dan bahasa.
– Melatih minat, bakat, dan kreativitas anak.
– Menanamkan nilai-nilai pendidikan atau nilai-nilai kemanusian (kepekaan estetis).
– Melestarikan Budaya Indonesia.

Leave a comment